Pemerintah Desa

RANDUPITU

Jl. Raya Gunung Gangsir No. 17 Desa Randupitu Gempol - Kode Pos : 67155
Kecamatan Gempol - Kabupaten Pasuruan
JAWA TIMUR

.

.

SD Muhammadiyah 2 Bangil Kunjungi TPS Pempes Desa Randupitu untuk Belajar Pengolahan Sampah

Diposting 1 tahun yang lalu 590 Kali Dibaca
Gambar Berita SD Muhammadiyah 2 Bangil Kunjungi TPS Pempes Desa Randupitu untuk Belajar Pengolahan Sampah

TPS (Tempat Pengelolaan Sampah) Pempes di Desa Randupitu menjadi destinasi studi lapangan bagi siswa-siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada hari Rabu, 26 Februari 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kegiatan Study Terap: Belajar dan Mengenal Pengolahan Sampah yang bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Sebanyak puluhan siswa siswi dan guru pendamping tiba di TPS Pempes pagi hari dan disambut hangat oleh pengelola TPS serta perwakilan dari Pemerintah Desa Randupitu. Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan sistem pengolahan sampah terpadu yang telah berhasil diterapkan di TPS Pempes, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik hingga proses daur ulang dan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Siswa-siswi diajak berkeliling melihat proses pemilahan sampah, pengomposan, dan pembuatan produk daur ulang seperti kerajinan tangan dari sampah plastik. Mereka juga diberikan penjelasan tentang bagaimana sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk pertanian. Selain itu, pengelola TPS Pempes memaparkan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

 

Perwakilan dari Pempes Randupitu menyambut baik kunjungan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. “Kami bangga TPS Pempes bisa menjadi tempat belajar bagi generasi muda. Semoga apa yang mereka pelajari hari ini bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tuturnya.

 

Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengelolaan lingkungan seperti ini, siswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Harapannya, mereka dapat menerapkan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

Postingan Lainnya
Musrenbangdes Desa Randupitu Tahun 2024
– Ibu Hartini selaku Kapokja Kreatif Batik Sekar Randu – Ibu Sapekya, kader PKK dengan masa bakti 15 tahun – Ibu Kiki Suharti, dedikasi terlama – Ibu Lastri, kader balita teraktif – Bapak Andik Widarto dari Dusun Randupitu RW 04 – Pak Ghurfon dari Dusun Randupitu – Bapak Nawawi RW 07 dan RT Bapak Muhammad Yunus dari Dusun Gusun – Bapak Mustofa dan Bapak Imron Rosyadi dari Dusun Babat Penghargaan juga diberikan kepada RDS (Rumah Desa Sehat) oleh PMI untuk calon pengantin Pravita Dwi Cahyani dan Erni Dwi Yunita. Adapun tayangan ulang acara tersebut terlampir sebagai berikut
1 tahun yang lalu 524 Kali Dibaca

Desa Randupitu Raih Prestasi Bergengsi di Lomba Pekarangan Pangan Bergizi Polres Pasuruan 2025
Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Polres Pasuruan. Penghargaan diserahkan pada hari Selasa, 1 Juli 2025 di Auditorium Mpu Sendok, Kompleks Perkantoran Raci Bangil, Penghargaan ini menjadi cerminan keberhasilan masyarakat Randupitu dalam menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis keluarga. Kompetisi ini merupakan bagian dari inisiatif Polres Pasuruan dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan sehat dan bergizi. Tujuannya, tak lain untuk memperkuat ketahanan pangan mandiri serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi sehat di tengah tantangan zaman. Desa Randupitu dinilai menonjol berkat konsep pekarangan terpadu yang berhasil mengombinasikan berbagai unsur: mulai dari budidaya sayur-mayur, buah-buahan, hingga kolam lele yang tertata rapi dan estetis. Inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan gizi, tetapi juga memperindah lingkungan sekitar. Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi semua pihak. “Prestasi ini adalah hasil nyata dari semangat gotong royong warga. Kami ingin membuktikan bahwa pekarangan rumah bukan sekadar ruang kosong, tetapi potensi besar untuk mendukung hidup sehat dan mandiri,” ujarnya. Lebih dari sekadar lomba, program P2B membuka jalan bagi masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kemandirian pangan. Kini, banyak warga Randupitu yang mulai terbiasa menanam sendiri bahan makanan sehari-hari, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pasar dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga. Apresiasi pun diberikan oleh jajaran Polres Pasuruan kepada Desa Randupitu atas partisipasi aktif dan inovasi yang ditunjukkan. Mereka berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut serta dalam membangun ketahanan pangan lokal yang tangguh, khususnya di tengah isu global seputar krisis pangan. Ke depan, Pemdes Randupitu berkomitmen untuk terus memperluas program pekarangan bergizi. Selain pelatihan pengolahan hasil panen, desa juga akan mengadakan penyuluhan pertanian berkelanjutan agar masyarakat semakin teredukasi dan terampil dalam memanfaatkan lahan secara optimal. Prestasi ini bukanlah akhir, tetapi langkah awal menuju visi Randupitu sebagai desa hijau, sehat, dan berdaya saing di bidang pangan lokal.
9 bulan yang lalu 609 Kali Dibaca

Penyuluhan Tuberculosis (TBC) di Desa Randupitu Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat
Desa Randupitu mengadakan penyuluhan kesehatan bertema Tuberculosis (TBC) di Balai Desa Randupitu Pada hari Jumat, 15 November 2024 yang dimulai pukul 09.00 hingga selesai. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya TBC, cara pencegahan, serta pentingnya deteksi dini terhadap penyakit menular tersebut. Penyuluhan ini menghadirkan pemateri dari Puskesmas Kepulungan yang menjelaskan secara rinci tentang gejala TBC, cara penularan, serta prosedur pengobatan bagi penderita. Pemateri menekankan bahwa TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika terdeteksi dan diobati sejak dini, serta menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan personal hygiene untuk mengurangi risiko penyebaran. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Pendamping Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, PKK, Guru, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gempar, serta perwakilan dari Babinsa dan Babinkamtibmas. Keberagaman peserta ini menunjukkan kepedulian masyarakat Desa Randupitu terhadap peningkatan kesehatan lingkungan sekitar. Dalam penyuluhan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar TBC, dan pemateri menanggapi dengan berbagai informasi praktis dan solusi yang dapat diterapkan sehari-hari. Selain itu, acara ini juga mengajak warga untuk aktif memantau kesehatan lingkungan serta mengajak mereka untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mencurigakan. Melalui kegiatan ini, Desa Randupitu berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya penanganan TBC.
1 tahun yang lalu 588 Kali Dibaca

Informasi
Map Balai Desa