Pemerintah Desa

RANDUPITU

Jl. Raya Gunung Gangsir No. 17 Desa Randupitu Gempol - Kode Pos : 67155
Kecamatan Gempol - Kabupaten Pasuruan
JAWA TIMUR

.

.

Ditangan Kreatif Ibu PKK, Batik Sekar Randu Siap Bersaing di Pasaran

Diposting 1 tahun yang lalu 480 Kali Dibaca
Gambar Berita Ditangan Kreatif Ibu PKK, Batik Sekar Randu Siap Bersaing di Pasaran

#berita

Pasuruan, Pojok Kiri
Nilai-nilai sejarah yang jelas dan proses perkembangannya merupakan hasil akulturasi antara nilai-nilai sosial budaya masyarakat yang kemudian disesuaikan dengan sumber daya alam yang ada sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Dalam sejarahnya desa Randupitu terkenal sebagai desa pengrajin sesek bambu, Gedek, dan geribikan, itu dikerjakan di samping rumah atau depan rumah. Mulanya kerajinan bambu dikerjakan oleh orang tua sebagai pengisi waktu luang apabila pekerjaan di dapur dan di kebun selesai.

Kerajinan Sesek bambu ini dilakukan secara turun temurun. Dulu orang tua mereka terinspirasi dari banyaknya pohon bambu yang melimpah. Namun seiring waktu kini bahan baku yang dulu melimpah kini makin berkurang karena desa Randupitu jadi kawasan industri.


Pengrajin sesek tergerus jaman, hannya beberapa orang yang masih bertahan, generasi muda penerus budaya lebih memilih kerja di pabrik. 

Terinspirasi dari perjalanan budaya sejarah pengrajin sesek dan nama desa Randupitu, Muchammad Fuad mengkombinasikannya dengan nama Sekar Randu yang mempunyai kepanjangan (Sesek Karo Randu).

Muchammad Fuad, yang biasa di panggil Mas Fuad, kepela desa termuda di kecamatan Gempol dengan ide kreatif dan inovatifnya, supaya selalu teringat akan sejarah desa dengan kerajinan Sesek bambunya, Mas Fuad mengaplikasikan terobosan baru dengan mengajak para ibu-ibu kader PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) untuk berkreatif melalui seni batik tulis. 

Menurutnya, segala potensi yang ada di Desanya , terutama di bidang seni budaya dan hasil potensi wilayah Desa, perlu di aplikasikan, dalam hal ini batik khas Randupitu. Fuad sangat yakin masyarakat desa Randupitu bisa, karena mereka adalah keturunan tangan-tangan kreatif.

Dengan tujuan membentuk dan mengembalikan desa Randupitu desa pengrajin, Mas Fuad datangkan trainer yang berpengalaman, untuk mengajarkan mulai mendesain, membatik, proses pewarnaan, menghilangkan malam dengan merebus kain hingga menjadi batik yang berkualitas.

Dengan tema Sekar Randu, kepanjangan dari (Sesek Karo Randu). Di jari lentik ibu-ibu PKK desa Randupitu, hasilnya sangat sepesial. Goresan demi goresan, Canting yang terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu seolah punya mata, dengan lemah gemulai canting atau cucuk menari di atas kain yang telah dipola, mengikuti irama tema Sekar Randu. 

Tiupan mesra canting yang berisi malam ternyata dapat membuka membran cairan sebelum mengaplikasikan batik, agar cairan malam tetap terjaga pada suhu 70 derajat celsius agar tidak mengental.

"Sebelumnya saya sangat yakin, dan terbukti goresan batik tulis Ibu-Ibu PKK khas Randupitu sangat special, tidak kalah dengan produk sejenis dari daerah lain," ujar Muhammad Fuad saat ditemui pada Kamis (25/7/2024).

Menurutnya, ciri khas batik Desa Randupitu saat ini bisa bersaing di pasaran, karena produknya cukup diminati masyarakat, bahkan bisa tembus ke mancanegara yakni di Korea, kali ini mahasiswa Unibraw memesan batik bermotif tokoh robot untuk dibawa ke Korea,” ucapnya.

Motif Batik desa Randupitu memiliki ciri khusus yang menjadi pembeda dengan batik lain, motif dan coraknya memukau. Selain itu batik dengan tema Sekar Randu juga memiliki ciri khas yang mencerminkan budaya lokal. Peran masyarakat sangat di harapkan, bagaimana batik Sekar randu sebagai produk unggulan Desa Randupitu.

"Saya juga mengajak seluruh elemen masyarkat untuk memviralkan, batik Sekar randu sebagai produk unggulan Desa Randupitu, "ucapnya.

Pemdes terus mendorong kerajinan batik Randupitu dapat menjadikan andalan ekonomi masyarakat. “Batik Sekar Randu mulai menjadi incaran para pencinta batik. Orderan di perajin batik mulai meningkat, tentunya kedepan dapat menghidupkan perekonomian masyarakat karena mampu menyerap tenaga lokal,” kata Mas Fuad.

"Ayo siapa lagi kalau bukan kita yang akan besarkan, mengenalkan dan mencintai produk-produk warga kita sendiri,” pungkasnya. (Syafi'i/Yus).

Postingan Lainnya
TAMAN POJOK BACA
PERPUS
2 tahun yang lalu 677 Kali Dibaca

Desa Randupitu Gelar Kampanye "Kapeng 1000" untuk Cegah Stunting dan Dukung Tumbuh Kembang Anak
Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan kegiatan rutin Rumah Desa Sehat (RDS) dengan tema "Kapeng 1000" (Kampanye Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan). Acara ini ditujukan khusus bagi para ibu hamil dan ibu dengan anak usia di  bawah dua tahun (baduta) pada hari Senin, 11 Desember 2024 di Desa Randupitu. Dalam kegiatan ini, Ibu Yuliati, ahli gizi dari Puskesmas Kepulungan, memberikan penyuluhan penting terkait pencegahan stunting, manfaat zat besi bagi ibu hamil, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta pentingnya pemberian ASI eksklusif. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para ibu mengenai perawatan terbaik selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, yang merupakan fase penting bagi tumbuh kembang anak. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, yakni Kepala Desa Randupitu, para perwakilan dari Kementerian Desa (Kemendes) Pak Wawan Prastiwo dan Pak Eko Subakti, yang juga merupakan pendamping desa dari Kecamatan Gempol. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di desa. Para kader kesehatan dan perangkat desa Randupitu turut aktif mendampingi kegiatan ini, memastikan penyuluhan berjalan lancar dan interaktif. Dengan adanya kegiatan Kepeng 1000, diharapkan para ibu memiliki pemahaman lebih baik tentang pentingnya gizi dan kesehatan selama masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak, serta mampu menerapkan pengetahuan ini dalam keseharian. Kepala Desa Randupitu berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di desa. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Desa Randupitu optimis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas.
1 tahun yang lalu 1064 Kali Dibaca

Grand Final Kades Cup 1 RBC Randupitu Memikat Ribuan Penonton di Lapangan Desa Randupitu
Suasana lapangan Desa Randupitu semakin memanas saat tim-tim terbaik bersaing memperebutkan gelar juara dalam Grand Final Turnamen Sepak Bola KADES CUP 1 RBC Randupitu yang di ikuti oleh 32 tim kesebelasan baik yang ada di wilayah kabupaten Pasuruan maupun dari kabupaten lain yang memperebutkan Piala bergilir , Trofi dan total hadiah Rp 15.000.000,- dengan rincian JUARA 1 Rp 6.000.000,-, JUARA 2 RP 4.000.000,- , JUARA 3 RP 3.000.000 ,- dan JUARA 4 RP 2.000.000. Acara ini menjadi sorotan utama warga Randupitu dan sekitarnya, memikat ribuan penonton yang hadir untuk menyaksikan pertandingan akbar ini. Dalam pertandingan yang digelar pada hari Ahad, 19 November 2023, lapangan sepak bola desa menjadi saksi pertarungan sengit antara dua tim unggulan yang berhasil melangkah hingga babak final. Atmosfir semakin terasa kental dengan semangat sportivitas dan antusiasme yang tinggi dari para penonton yang memenuhi lapangan. Tim-tim yang berhasil mencapai babak final ini telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen, dan pertandingan final kali ini tidak kalah seru. Dua tim yang saling berhadapan yakni tim PSPK dari Kemirisewu Pandaan Pasuruan melawan JAFC dari Jabon sidoarjo memperlihatkan keterampilan teknis, strategi yang matang, dan semangat juang yang tinggi. Pada Turnamen Sepak Bola KADES CUP 1 RBC Randu Pitu untuk babak final ini benar -benar terkesan sangat WOW!! Karena disaksikan oleh Anggota DPRD kabupaten Pasuruan ketua fraksi partai PKB Bapak Samsul Hidayat S.Ag,M.Pd.I, pihak Dispora kabupaten Pasuruan Forkompincam Gempol (Camat, Kapolsek dan Ramil), Tim pengamanan yang memadai (Dari unsur Polri, TNI dan Sat pol PP, tumpah ruahnya penonton yang hadir menyaksikan dari suporter kedua kesebelasan dengan dimeriahkan oleh OM New Caesar dari kota Pandaan Pasuruan dan ditonton kurang lebih 2800 orang penonton Untuk pertandingan Grand final antara PSPK dari Kemiri Sewu Pasuruan Vs JAFC dari Jabon Sidoarjo di pimpin oleh wasit C1 Nasional yang akrab disapa Bang Kholil dibantu hakim Garis 1 Riky dan hakim Garis 2 Gunawan Budi. Dan sejak peluit panjang dibunyikan oleh wasit Kholil tanda babak pertama dimulai baik dari tim PSPK maupun tim JAFC langsung menerapkan pola permainan cepat saling serang tapi sayang hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit tanda pertandingan babak pertama usai kedudukan sementara masih berimbang dengan skor 0 : 0. Pada saat istirahat babak pertama para undangan dan penonton dihibur oleh penampilan artis OM New Caesar dari kota Pandaan Pasuruan. Para undangan dan penonton benar -benar sangat puas dan terhibur dalam menyaksikan Grand final turnamen Sepak Bola KADES CUP 1 RBC Randupitu yang di selenggarakan di gelanggang olahraga desa Randupitu. Pada babak ke 2 sampai berakhir baik kesebelasan PSPK maupun JAFC tidak berhasil mencetak gol ke gawang lawan hingga kedudukan skor tetap berimbang 0 : 0 dan pertandingan dilanjut dengan adu tendangan finalti yang akhirnya pertandingan di menangkan oleh Tim PSPK dari Kemirisewu Pandaan Pasuruan dengan skor 5 : 4. Dalam Turnamen Sepak Bola KADES CUP 1 RBC Randupitu yang menjadi Juara 1 Tim kesebelasan PSPK dari Kemirisewu Pandaan Pasuruan, Juara 2 JAFC Jabon Sidoarjo, Juara 3 Kasap Tanggul Langin Sidoarjo dan Juara 4 ETQUL Beji Pasuruan. Puncak acara ditandai dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim pemenang, yang disambut meriah oleh pemain dan staf tim. Momen ini menjadi kenangan tak terlupakan bagi para atlet dan suporter yang hadir.   Pada saat acara penyerahan hadiah kepada para juara selesai, juga ada penyerahan reward dari Pemkab Pasuruan sebuah TV 59 inci yang diserahkan oleh Camat Gempol H. Qomari kepada kepala desa Randupitu Mochammad Fuad sebagai desa yang lunas pajak PBB-nya. Turnamen Kades Cup 1 RBC Randupitu ini dianggap sukses besar, menciptakan semangat persatuan dan kebersamaan di antara warga desa. Para panitia berharap bahwa turnamen ini dapat menjadi tradisi tahunan yang akan terus mempererat hubungan sosial dan semakin membangkitkan minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola. Semoga keberhasilan dan semangat sportivitas dari Grand Final Kades Cup 1 RBC Randupitu dapat terus menginspirasi generasi mendatang dalam mengembangkan bakat dan menciptakan kesehatan sosial yang positif di lingkungan mereka.
1 tahun yang lalu 493 Kali Dibaca

Informasi
Map Balai Desa